LOGIC-BASED ARTIFICIAL INTELEGENCE: SEBUAH METODE PELAYANAN MEDIA DIGITAL, YANG PERLU DIPERSIAPKAN MAHASISWA SEKOLAH TINGGI TEOLOGIA EBENHEAZER DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0, SEBAGAI BENTUK KONTRUBUSI MAHASISWA KEPADA PELAYANAN LIVE STREMING MD YPPIIB SUM
Keywords:
Metode, Pelayanan Media Ssosial, Era 4.0Abstract
AbstractIn the era of the industrial revolution 4.0, the service of believers has turned into a digital service. Digital platforms are the main community in service, MD YPPIIB Sumbagsel and Ebenheazer Theological College, are also concerned about this. This progress is a challenge for believers, to be able to compete with the digital world which is full of manipulation and polarization of information. Both of these are problems that must be faced in a digital media service. Because the logic-based of Artificial Intelligence forces humans to have access to all the information they like, they no longer access the information they need. While the content of each digital service itself does not provide a favorable stimulus, and attracts a lot of attention. For this reason, the Artificial Intelligence logic base must be able to be read by God's servants who contribute to the digital service of MD YPPIIB Sumbagsel, for the sake of a framing that can support today's digital media services.
Abstrak
Di era revolusi industri 4.0, pelayanan orang percaya berubah menjadi pelayanan yang digital. Platform digital menjadi komuditas utama dalam pelayanan, MD YPPIIB Sumbagsel dan Sekolah Tinggi Theologia Ebenheazer, juga ikut konsen dalam hal ini. Kemajuan ini merupakan sebuah tantangan bagi orang percaya, untuk dapat bersaing dengan dunia digital yang penuh dengan manipulasi dan polarisasi informasi. Kedua hal tersebut merupakan masalah yang harus dihadapi dalam sebuah pelayanan media digital. Karena basis logika dari Artificial Intelegence memaksa manusia harus mengakses segala informasi yang mereka suka, bukan lagi mengakses sebuah infomasi yang diperlukan. Sedangkan konten dari setiap pelayanan digital sendiri tidak memberikan stimulus yang dapat disukai, serta menarik banyak perhatian. Untuk itu basis logika Artificial Intelegence harus mampu dibaca oleh hamba Tuhan yang berkontribusi dalam pelayanan digital MD YPPIIB Sumbagsel, demi sebuah framing yang dapat menyokong pelayanan media digital saat ini.